Sabtu, 04 Juni 2011

PASKIBRAKA


Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Anggotanya berasal dari pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus di beberapa tingkat wilayah, provinsi, dan nasional.

[sunting]Lambang

Lambang dari organisasi paskibra adalah bunga teratai
  • tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
  • tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

[sunting]Sejarah

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa.
Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.
Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.
Tahun 1967Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soekarno, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.
Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKADPGTmarinir, danBrimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.
Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.
Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.
Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pasukan Pengerek Bendera Pusaka". Baru pada tahun 1973Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.


Senin, 30 Mei 2011

UPACARA BENDERA PERDANA

Hari ini senin 30 mei 2011 menjadi hari bersejarah bagi seluruh anggota paskibra SMP Negeri 8 Padang. karena hari ini merupakan hari pertama anak paskibra spendel menunjukkan kemampuannya di depan seluruh warga sekolah. Kami sudah latihan mati-matian untuk upacara perdana ini bahkan kami memakai semboyan "DEMI HARI SENIN" agar tidak cepat lelah saat latihan. pada saat hari H datang semua anggota merasa cemas, maklum upacara pertama hehehe :D. setelah beberapa anggota hadir kami melakukan latihan seadanya. setelah bel tanda masuk berbunyi jantung semua anggota semakin berdebar-debar. pada saat itu masih ada 1 personil lagi yang belum hadir namanya Nor Azillah Adya. semuanya jadi tambah cemas. tiba-tiba datanglah sosok yang ditunggu-tunggu. semua anggota telah lengkap, kami pun diberi waktu 5 menit untuk gladi bersih. gladi bersihnya kacau karena beberapa kendala salah satunya rok beberapa anggota sempit, makannya mereka agak susah melangkah, waktu 5 menit masih tersisa, waktu itu pun digunakan untuk mengganti rok dengan kakak kelas yang punya rok agak longgar. upacara di mulai semua telah siap. giliran kami pun datang yang luar biasanya upacara ini berlangsung baik penaikkan bendera tepat waktu dan tidak ada gerakan salah kecuali pada saat belok karena memang itu kekurangan kami. Pada saat amanat pembina upacara kami dipuji oleh pembina yang saat itu adalah sang KEPALA SEKOLAH hati kami lega. di saat amanat itu juga salah seorang anggota yang bernama Aina Almaidah melihat pelatih kami mengacungkan jempol dari luar gerbang  ke arah kami. tambah senang hati kami hahaha :D. saat upacara selesai pelatih menghampiri kami dan memberi apresiasi. hati kami berbunga-bunga saat itu pula kami berteriak Semboyan paskibra kami SMP 8... !!!! KANTUANG.....

Makna Lambang Paskibraka


Adapun Makna dari Lambang PASKIBRAKA adalah:
  1. Bentuk perisai yang berarti bela negara
  2. Warna dasar hitam memiliki arti teguh dan percaya diri
  3. Sepasang pemuda pemudi paskibraka
  4. Bendera merah putih yang sedang berkibar memiliki arti sebagai bendera kebangsaan yang harus dijunjung tinggi.
  5. Tiga buah awan atau tiga buah garis horisontal memiliki arti bahwa paskibraka terdiri dari tiga tingkatan yaitu : Nasional, Propinsi, dan Kabupaten.
  6. Warna kuning melambangkan kebanggaan dan ketauladanan seorang paskibra.
PASKIBRAKA JAYA!!!

Minggu, 29 Mei 2011

Posting pertama

Ini adalah posting pertama dari PASKIBRA SMP.N 8 PADANG
untuk sekedar mengetahui SMP.N 8 PADANG adalah salah satu sekolah berstandar internasional yang terletak di Jl.DR.Soetomo Padang. SMP.N * padang Mempunyai sebuah pengembangan diri yaitu PASKIBRA . SMP 8 Padang sudah pernah beberapa kali meraih juara dalam Lomba-Lomba Paskibra contohnya pernah menjadi juara 1 Latihan Tata Upacara Bendera tk.Kota Padang th.2010 dll. untuk hari ini mungkin sampai disini dulu. sampai jumpa di lain kesempatan "CAYO SPENDEL"